Bolehkah Bekerja Sama Dengan Makhluk Lain (Jin)?

forummarketingcash.com Klik Disini

Pak Ustad, saya tanya apa hukumnya bekerja sama dengan makhluk lain di luar manusia misalnya jin, iblis syetan.  Seperti halnya ilmu kesaktian yang kebetulan banyak terdapat di daerah saya. Mohon penjelasannya.

Terimakasih sebelumnya, Amin Ulwi – Salatiga

Hukum Bekerjasama dengan Jin

jin1 Bolehkah Bekerja Sama Dengan Makhluk Lain (Jin)?Mengenai jin dan iblis (syetan), jenis ini sudah dimaklumi bersama bahwa al-Qur’an dan hadis sarat dengan pengutukan terhadap makhluk syetan atau iblis ini. Iblis dan syetan adalah musuh bebuyutan umat manusia sejak sebelum penciptaan manusia itu sendiri. Itu sesuai ikrar iblis sendiri, untuk selalu menghalang-halangi umat manusia dari jalan yang lurus. Lihat misalnya dialog Tuhan dengan iblis pada QS. 7. al-A’raf ayat 11-27 :

11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud.

12. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”.

13. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina”.

14. iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya[529] sampai waktu mereka dibangkitkan”.

15. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh.”

16. iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

18. Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya Barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.

19. (dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua Termasuk orang-orang yang zalim.”

20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk Menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka Yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”.

21. dan Dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah Termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,

22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”

23. keduanya berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi.

24. Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.

25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

26. Hai anak Adam[530], Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa[531] Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.

27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

 

[529] Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.

[530] Maksudnya Ialah: umat manusia

[531] Maksudnya Ialah: selalu bertakwa kepada Allah.

Ayat-ayat itu tiada lain hanya menandaskan tertutupnya peluang kerjasama dalam bentuk apa saja dan bidang apa saja dengan makhluk iblis atau syetan.

Adapun mengenai jin, saudara perlu merujuk QS 72. al-Jin ayat 1-19:

1. Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya Kami (bangsa jin) telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,

2. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu Kami (bangsa jin) beriman kepadanya. dan Kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan Kami,

3. dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan Kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.

4. dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada Kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah[1522],

5. dan Sesungguhnya Kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan Perkataan yang Dusta terhadap Allah.

6. dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan[1523] kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

7. dan Sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun,

8. dan Sesungguhnya Kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, Maka Kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,

9. dan Sesungguhnya Kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). tetapi sekarang[1524] Barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

10. dan Sesungguhnya Kami (jin) tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) Apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.

11. dan Sesungguhnya di antara Kami ada orang-orang yang saleh dan di antara Kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. adalah Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.

12. dan Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa Kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak (pula) dapat melepaskan diri (daripada)Nya dengan lari.

13. dan Sesungguhnya Kami tatkala mendengar petunjuk (Al Quran), Kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, Maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan.

14. dan Sesungguhnya di antara Kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, Maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.

15. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, Maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.

16. dan bahwasanya: Jikalau mereka tetap berjalan Lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).

17. untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. dan Barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang Amat berat.

18. dan Sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.

19. dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya.

[1522] Dimaksud dengan Perkataan yang melampaui batas, ialah mengatakan bahwa Allah mempunyai isteri dan anak.

[1523] Ada di antara orang-orang Arab bila mereka melintasi tempat yang sunyi, Maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap Kuasa di tempat itu.

[1524] Yang dimaksud dengan sekarang, ialah waktu sesudah Nabi Muhammad s.a.w. diutus menjadi rasul.

Pada ayat-ayat itu terdapat keterangan lebih lengkap mengenai apa yang saudara tanyakan. Mulai dari bahwa jin itu adalah makluk yang memeluk islam sebagai agama seperti umat manusia. Diantara mereka ada yang saleh, komitmen dengan ajaran Islam ada juga yang sesat dan kafir. Mengenai kemungkinan mengadakan kerja sama dengan makhluk jin, saudara sebaiknya merujuk pada QS 5. al-Maidah ayat 2:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah[389], dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram[390], jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya[391], dan binatang-binatang qalaa-id[392], dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya[393] dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.”

[389] Syi’ar Allah Ialah: segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-tempat mengerjakannya.

[390] Maksudnya antara lain Ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah Haram (Mekah) dan Ihram., Maksudnya Ialah: dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu.

[391] Ialah: binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka’bah untuk mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji.

[392] Ialah: binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka’bah.

[393] Dimaksud dengan karunia Ialah: Keuntungan yang diberikan Allah dalam perniagaan. keredhaan dari Allah Ialah: pahala amalan haji.

yang menyebutkan secara eksplisit perlunya tolong menolong dalam hal-hal kebaikan dan tidak saling menolong dalam hal kejahatan. Ayat 2 surah al-Maidah tadi tentu suatu aturan yang berlaku pada umat islam yang mencakup jin dan manusia. Kendati demikian -seperti yang tadi kami singgung makhluk jin ada yang saleh dan komitmen dengan ajaran Islam ada juga kafir seperti halnya umat manusia. Kalau sekiranya kita sudah meyakini bahwa jin yang kita ajak kerjasama adalah jin yang patuh pada ajaran maka perlu lagi melihat bentuk dan fisik bantuan itu. Katakanlah misalnya ilmu kesaktian. Maksud kami apakah kesaktian itu betul-betul bersumber dari ajaran Islam murni. Sebagai contoh, jin itu mengajarkan kesaktian dengan bacaan-bacaan al-Qur’an maka itu suatu kebolehan seperti halnya Nabi menganjurkan untuk selalu membaca surah al-Falaq dan surah al-Nas ketika mau tidur untuk keselamatan.

shalat sempurna, shalat nabi, sholat nabi, shalat berjamaah, sholat berjamaah, shalat khusyu, sholat khusyu, tentang shalat, tentang sholat, bacaan shalat, bacaan sholat

forummarketingcash.com Klik Disini

Ade Humaidi

Ade Humaidi adalah turobu aqdamikum artinya debu yang melekat di telapak kakimu. Manusia apes yang ingin berbagi pengetahuan, pengalaman, imajinasi, kesan dan pesan di dunia maya. Semoga tulisan kami berguna bagi para pembaca...

Budaya » Hukum islam » Knowledge » Pendidikan » » » » » » bekerja sama dengan jin, menanam pagar gaib di rumah apakah dosa syirik, bekerjasama dengan makhluk gaib, hubungan manusia dengan jin serta hukumnya google, bekerjasama dg jin apakah boleh dalam Islam, kenapa bekerja sama dengan jin haram, contoh binatang haram dan hadis
Tulisan Sebelumnya
«
Tulisan Selanjutnya
»

10 Komentar "Bolehkah Bekerja Sama Dengan Makhluk Lain (Jin)?"


  1. mansyur says:

    Assalamualaikum,.
    Pak ustad,sy mau bertanya,apa dunia gaib itu benar-benar ada?
    Kalau benar ada,dapatkah sy mempelajarinya untuk bisa melihat dunia gaib dengan jelas,
    Dan bagaimana cara mempelajarinya jika diperbolehkan dalam islam.
    Terima kasih,
    Wass.

    • Ade Humaidi says:

      Didalam al-Qur’an jelas diterangkan tentang adanya alam ghaib. Jadi wajib kita beriman (mempercayai) adanya alam ghaib. Yang perlu anda ketahui maksud dari alam ghaib. Secara bahasa ghaib itu artinya tidak kelihatan oleh mata tetapi tidak semua yang tidak bisa dilihat mata disebut ghaib. Sebagai contoh listrik, anda tidak bisa melihatnya tapi anda yakin kalau listri itu ada tapi listrik tidak bisa dikatakan makhluk ghaib. Begitu juga udara, angin, suara, dsbnya. Dalam agama Islam yang dimaksud makhluk ghaib adalah selain jin dan manusia dan alam mereka, yang tidak bisa kita ketahui. Biasanya dikatakan “ma ‘ainun roat, wa la udzunun sami’at, wa ma khotoro fi qolbil basyar” artinya mata tidak bisa melihat, kuping tidak bisa mendengar dan tidak terlintas dalam hati. Alam dan makhluk ghaib contohnya alam kubur, nikmat kubur, siksa kubur, malaikat, lauhul mahfuzh, alam mahsyar, neraka, surga dan segala isinya, alam akherat, alam langit yang berbagai macam seperti alam lahut, alam malakut (alamnya malaikat), alam jabarut, lapisan langit yang 7, lapisan bumi yang 7 sampai sekarang manusia belum bisa menemukannya. Tetapi Allah SWt jika berkehendak untuk membuka hijab (penghalang) yang membatasi makhluk ghaib tersebut, maka makhluk ghaib bisa terlihat atau terdengar, bisa dalam keadaan sadar maupun tidak sadar (mimpi, mati suri dsbnya). Jadi, alam jin dan jin itu sendiri sebenarnya bukan ghaib karena mereka juga taklif artinya dibebani kewajiban beriman dan beribadah seperti manusia. Mereka juga punya nafsu dan akal, mereka berketurunan, berjenis kelamin, dan berkembang biak layaknya manusia. Mereka juga tidak mengetahui hal-hal ghaib seperti diatas bahkan mereka juga tidak tahu tentang alam kubur, nasib manusia, jodoh manusia, keberuntungan manusia, kerugiannya dsbnya yang itu semua adalah hal ghaib, hanya Allah SWT yang tahu. Jadi jangan kita katakan bahwa jin itu makhluk ghaib, orang yang berhubungan dengan jin berarti berhubungan dengan makhluk ghaib, bukan seperti itu. Nah…jika anda dibukakan hijab oleh Allah kemudian anda bisa melihat malaikat, atau kejadian sesuatu di hari yang akan datang atau anda melihat mahsyar, neraka, surga dsbnya yang termasuk ghaib maka itulah rezeki yang diberikan oleh Allah SWT kepada anda tingal apakah anda bisa mengambil manfaatnya atau tidak atau hanya sekedar lewat saja.
      Apakah ilmunya ada ? Selama ini saya belum menemukan ilmu untuk melihat, mendengar bahkan hijrah ke alam ghaib karena khawatir apakah itu ghaib sebenarnya ataukah hanya permainan jin saja. Maka jika anda ingin melihat alam ghaib berdoalah kepada Allah SWT minta kepadaNya agar Dia berkenan kiranya membuka hijab untuk anda bisa melihat makhluk ghaib. Tapi…tentunya hanya sebentar saja sebab kalau lama-lama anda bisa gila…….

  2. ari wardoyo says:

    subhanallah,,,

  3. Ruri Hardyansyah says:

    assalammualaikum wb,

    pak ustad,tolong tsaya,insya Allah saya sedang bangun rumah.saya pernah membaca klo istigfar rajab di tulis di kulit rusa atau domba terus di tanam di bawah rumah bisa untuk menjadi pagar untuk hal2 gaib yg negativ ke rumah,apa benar pak ustad………..saya takut dosa klo melakukannya karna ayat Allah SWT.sementara saya ingin menjaga rumah saya dari gangguan syirik dan dengki baik dari jin dan manusia.mohon penjelasannya.atau adakah yg labih baik untuk saya amalkan untuk perlindungan keluarga dan rumah saya berhubung dgn pekerjaan saya yg selalu meninggalkan keluarga,Wassalam

  4. Junz says:

    Assalamualaikum pak ustdz ,,,, mau tanya maaf sebelumnya cara mageri rumah dr hal negatif dengan cara bagaimana ? mohon penjelasanya , kemudian baiknya dalam islam memberi nama untuk bayi yg terlahir itu seperti apa ? pentingkah arti dan panjangnya nama ? terima kasih :) wassalamualaikum wr wb

    • Ade Humaidi says:

      untuk mageri rumah dari pengaruh gaib itu ada ilmunya jadi tidak sembarang orang bisa. untuk pager rumah yang biasa saja anda bisa baca aayat kursi diniati untuk pagar rumah atau bisa cari di postingan2 google. tapi sebaiknya jika belajar seperti itu harus berguru sebab jika tanpa guru berbahaya.

  5. ahmad sulaiman says:

    assalamualaikum WR WB pak ustad, seperti perkataan pak ustad sebelumnya: “……Selama ini saya belum menemukan ilmu untuk melihat, mendengar bahkan hijrah ke alam ghaib karena khawatir apakah itu ghaib sebenarnya ataukah hanya permainan jin saja…” pertanyaan saya apakah karomah dan ilmu mempelajari hal2 ghoib (klenik) itu benar2 ada dalam ajaran islam, atau cuma permainan/ pemberian jin saja agar kita sesat, karena setahu saya Rasulullah saja tidak pernah mempelajari/ mengajarkan hal2 tersebut… terimakasih, wassalamualaikum WR WB

  6. retno says:

    Pak ustad maaf sebelumnya,, saya perempuan usia 22 tahun, 2 tahun lalu saya tinggal di sebuah kontrakan bersama teman2 saya, pas waktu itu rumah kecurian laptop, trus untuk menghindari dr bahaya kami memutuskan memasangi pagar gaib, yang saya mintakan ke kyai.. Akan tetapi karena takut syirik dan kami cewek2 tidak berani menanam pagar gaib didalam rumah, maka tidak dipakailah pagar gaib yang isi’nya satu kardus .. Yang ingin saya tanyakan kemana sebaiknya pagar gaib itu dibuang??? Dan kalau dibuang bahaya tidak ???

    • Ade Humaidi says:

      Takut syirik? syirik bagaimana yang dimaksud? Simak penjelasan saya di bawah ini:
      Saudari harap memahami bahwa barang untuk pagar gaib itu sama kedudukannya dengan obat bagi orang yang sedang sakit, makanan bagi orang yang lapar dan air bagi orang yang haus. Kalau orang yang sakit meyakini bahwa obat yang menyembuhkan sakitnya, yang kenyang meyakini bahwa yang membuat kenyang adalah makanan dan yang menghilangkan haus adalah air maka dia telah berbuat kesyirikan, artinya dia meyakini bahwa ada sesuatu yang mampu untuk menimbulkan efek selain Tuhan. Disinilah titik syirik itu. Tetapi jika saudari menempatkan keyakinan saudari bahwa barang untuk pagar gaib yang diberi oleh kyai adalah sebagai alat untuk sebuah usaha dan meyakini bahwa yang kuasa untuk merubah sesuatu hanyalah Allah SWT; tidak selainNya dan barang-barang seperti obat, makanan, minuman tidak punya kemampuan apa-apa, tidak bisa merubah sesuatu dan hanyalah sebagai alat perantara usaha/ikhtiar maka tidaklah jatuh ke lembah syirik. Ini harus dipahami terlebih dahulu. Manusia, jin, malaikat dan benda-benda selain Sang Pencipta tidak punya kemampuan untuk merubah sesuatu, yang bisa merubah hanyala Allah, hanya manusia diwajibkan untuk berusaha supaya kentara bahwa manusia adalah makhluk yang lemah sekaligus menimbulkan kerendahan diri dalam hati dan harapan kepada Tuhan. Simak 3 ayat terakhir dari surat al-Baqarah, pada ayat tersebut Tuhan mengajarkan kepada kita untuk berusaha sekaligus introspeksi diri dan tawakkal kepadaNya. Ini menjelaskan kepada kita bahwa manusia itu lemah, tidak bisa memastikan nasibnya sendiri baik atau buruk. Begitu pula dengan jin, sama dengan manusia hanya mereka berada pada dimensi yang lain sebab mereka terbuat dari bahan dasar api (euter). Semoga saudari memahami ini.


Silahkan Tinggalkan Komentar Anda